Tak Sesederhana Itu

Mimpi

Perihal menghempaskannya

Melupakannya

Membinasakannya

Semuanya

Tak pernah semudah itu

Bahkan tak pernah sesederhana

Seperti yang mereka pikirkan

Saat mereka mengatakannya

Mereka kira

Mimpi hanyalah sebagai angan

Dimana tolak ukur mimpi hanyalah sebagai motivasi

Mereka berfikir

Mimpi terus berubah seiring berjalannya waktu

Seiring dewasanya sang pemilik diri

Padahal tak pernah begitu adanya

Nurani tak pernah se plin plan itu

Ia tau jalan mana yang inginkan ia tempuh

Tentang bagaimana ia terus mendorong naluri untuk tumbuh

Menjadi sebuah diri yang keras

Demi isi dalam kepala

Demi mimpi yang utuh

Demi masa depan yang butuh

-Pafaldwin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjatuhkan Kata

Wujudkan Saja!